Minggu, 23 Desember 2012

Meresensi Buku


  1. PENDAHULUAN
Resensi adalah suatu kegiatan memberikan penilaian terhadap sebuah buku, menginformasikan data buku pada masyarakat lewat media massa. Karena tujuannya memberikan informasi kepada masyarakat, maka meresensi buku tidak sekedar meringkas buku, tetapi juga memberikan informasi lain agar masyarakat tertarik untuk membaca buku itu.
Resensi buku mempunyai dampak yang positif bagi pihak-pihak terkait. Bagi peresensi, banyak manfaat yang diperoleh. Peresensi akan mendapat banyak ilmu dari buku-buku yang dibacanya, akan menjadi bagian dari komunitas-komunitas buku. Sedangkan bagi pembaca, resensi jelas akan mendapat panduan praktis tentang buku yang diresensi. Apa isinya, apa kelebihannya, apa kekurangannya, dan sebagainya. 1
  1. RUMUSAN MASALAH
  1. Apa pengertian resensi buku?
  2. Apa bekal dasar peresensi?
  3. Bagaimana struktur penulisan resensi?
  1. PEMBAHASAN
  1. Pengertian Resensi Buku
Secara etimologis, kata resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Kedua kata tersebut berarti melihat kembali, menimbang, atau menilai. Dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah recensie dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilahreview. Berbagai istilah tersebut mengacu kepada hal yang sama yaitu mengulas sebuah buku. Kamus Umum Bahasa Indonesia mengartikan resensi sebagai Pertimbangan atau pembicaraan buku, ulasan buku.Gorys Keraf mendefinisikan resensi sebagai suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku. Dari pengertian tersebut muncul istilah lain dari kata resensi yaitu kata pertimbangan buku, pembicaraan buku, dan ulasan buku. Intinya membahas tentang isi sebuah buku baik berupa fiksi maupun nonfiksi.
Resensi juga disebut suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku. Menulis resensi berarti menulis tentang kelebihan dan kekurangan suatu buku. Resensi merupakan tulisan yang menyajikan sejumlah informasi tentang sebuah buku, informasi tersebut disampaikan kepada pembaca untuk memberi pertimbangan tentang keuntungan-keuntungan atau mungkin kerugian yang akan dialami oleh pembaca jika ia membaca buku tersebut, karena dalam resensi biasanya menginformasikan tentang keunggulan dan kelemahan buku yang diresensi.2
Resensi merupakan timbangan buku, tinjauan buku, pembicaraan buku, atau bedah buku. Jadi resensi diartikan sebagai tulisan tentang pertimbangan buku atau wawasan tentang baik atau kurang baiknya kualitas suatu tulisan yang terdapat di dalam sebuah buku. Dalam proses meresensi buku, seorang penulis dituntut tingkat pemahamannya dalam membaca teks buku. Sebab, dari proses pembacaan pemahaman ini akan menentukan hasil resensi. Tapi, sebuah resensi bukan merupakan ringkasan atau sinopsis isi buku, atau tulisan yang terdiri dari rangkaian kutipan buku.3
Resensi disebut juga tinjauan pustaka, terdapat dalam makalah,artikel, tesis, disertasi, dan skripsi. Resensi memerlukan banyak acuan, berupa deskripsi, analisis, dan klarifikasi. Dalam resensi pengarang membanding-bandingkan, memberi komentar dan mengambil kesimpulan menurut pendapatnya sendiri. Dan biasanya sangat mendalam dan khusus tentang sesuatu masalah.4
Resensi merupakan salah satu upaya menghargai tulisan atau karya orang lain dengan cara memberikan komentar secara objektif. Selain itu peresensi harus memiliki wawasan yang cukup tentang bahan yang akan diresensi sangat dalam dan mengena pada penimbangan suatu karya.
Menulis resensi juga sebagai salah satu upaya memperkenalkan suatu buku atau pementasan kepada orang lain yang belom membaca atau belum menyaksikan sehingga setelah membaca resensi orang tersebut tergerak hatinya untuk menyaksikan atau membaca karya orang lain.5
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa resensi adalah tulisan yang membahas isi sebuah buku, baik kelemahanmaupun keunggulannya untuk diberitahukan kepada masyarakat pembaca.
  1. Bekal Dasar Peresensi
Menulis sebuah resensi tidaklah mudah. Untuk melakukan kegiatan ini diperlukan beberapa persyaratan seorang penulis. Menurut Brotowojoyo, ada tiga syarat utama seorang penulis agar mampu menulis resensi diantaranya adalah:
  1. Peresensi harus memiliki pengetahuan dalam bidangnya. Artinya, jika seorang peresensi akan meresensi sebuah novel, maka ia harus memiliki pengetahuan tentang teori novel dan perkembangannya. Hal ini diperlukan agar peresensi dapat memberikan perbandingan terhadap karya lain yang sejenis. Kepekaan analisis juga sangat dipengaruhi unsur tersebut.
  2. Peresensi harus memiliki kemampuan analisis. Sebuah buku novel terdiri atas unsur internal dan eksternal. Seorang peresensi harus mampu menggali unsur-unsur tersebut. Unsur tersebut dianalisis untuk dinilai kelayakannya. Kemampuan analisis ini akan mengantarkan peresensikepada kemampuan menilai apakah sebuah buku layak dibaca masyarakat atau tidak.
  3. Seorang peresensi juga dituntut memiliki pengetahuan dalam acuan yang sebanding. Artinya, peresensi akan membandingkan sebuah karya dengan karya lain yang sejenis. Dengan demikian ia akan mampu menemukan kelebihan dan kekurangan sebuah karya.6
  1. Struktur Penulisan Resensi
  1. Judul Resensi
Judul resensi harus menggambarkan isi resensi. Penulisan judul resensi harus jelas, singkat, dan tidak menimbulkan kesalahan penafsiran. Judul resensi juga harus menarik sehingga menimbulkan minat membaca bagi calon pembaca. Sebab awal keinginan membaca seseorang didahului dengan melihat judul tulisan. Jika judulnya menarik maka orang akan membaca tulisannya. Sebaliknya, jika judul tidak menarik maka tidak akan dibaca. Namun perlu diingat bahwa judul yang menarik pun harus sesuai dengan isinya. Artinya, jangan sampai hanya menulis judulnya saja yang menarik, sedangkan isi tulisannya tidak sesuai, maka tentu saja hal ini akan mengecewakan pembaca.
  1. Data Buku
Secara umum ada dua cara penulisan data buku yang biasa ditemukan dalam penulisan resensi di media cetak antara lain:
  1. Judul buku , pengarang (editor, penyunting, penerjemah, atau kata pengantar), penerbit, tahun terbit, tebal buku, dan harga buku.
  2. Pengarang (editor, penyunting, penerjemah, atau kata pengantar), penerbit, tahun terbit, tebal buku, dan harga buku.
  1. Pendahuluan
Bagian pendahuluan dapat dimulai dengan memaparkan tentang pengarang buku, seperti namanya, atau prestasinya. Ada juga resensi yang pada bagian pendahuluan ini memperkenalkan secara garis besar apa isi buku tersebut. Dapat pula diberikan berupa sinopsis. 7
  1. Tubuh Resensi
Pada bagian tubuh resensi ini peresensi boleh mengawali dengan sinopsis. Biasanya yang dikemukakan pokok isi buku secara ringkas. Tujuan penulisan sinopsis pada bagian ini adalah untuk memberi gambaran secara global tentang apa yang ingin disampaikan dalam tubuh resensi. Jika sinopsisnya telah diperkenalkan peresensi selanjutnya mengemukakan kelebihan dan kekurangan isi tersebut ditinjau dari berbagai sudut pandang(tergantung kepada kepekaan peresensi).
  1. Penutup
Bagian akhir resensi biasanya diakhiri dengan sasaran yang dituju oleh buku itu. Kemudian diberikan penjelasan juga apakah memang buku itu cocok dibaca oleh sasaran yang ingin dituju oleh pengarang atau tidak. Berikan pula alasan-alasan yang logis.8

Berikut adalah contoh resensi yang dapat kita gunakan sebagai referensi dalam penulisan resensi:

Peresensi : Krisnawati Dewi Suherly Putri

Pendahuluan
            Buku ini adalah buku fiksi perdana karya Fritz Nuriz, sebenarnya Firtz sudah lebih dulu dikenal sebagai seorang Akademisi Arsitektur, ketimbang seorang penulis. Arsitektur adalah memang cita – cita Firtz, karena dengan dirinya bisa menjadi seorang Arsitektur beliau dapat menjadi pengamat perkotaan dan juga mengkritik kebijakan pemerintah yang keliru dalam menyelesaikan masalah tata ruang perkotaan, dan tentu saja bentuk menunjang faktor ekonominya.
            Akan tetapi menjadi penulis adalah mimpinya sejak kecil, motifasi sastra tumbuh berkat dorongan dari guru Bahasa Indonesianya sewaktu SMA. Apresiasi dari sang guru inilah yang menjadi pemicu Firtz untuk terus menulis.
            Seperti halnya Firtz, saya Krisnawati Dewi Suherly Putri juga mendapat motifasi ingin menjadi peresensi buku dari guru Bahasa Indonesia saya Ibu Irawati Fadilah, S.Pd, dengan bimbingan serta saran yang diberikan beliaulah sehingga saya termotifasi untuk meresensi sebuah buku, sebagai pemula, dimana sebagai siswa kelas IX yang baru diberi materi sekilas tentang resensi tersebut dan baru pertama kalinya Kota Metro mengadakan lomba resensi, membuat saya semakin semangat untuk mengikutinya.
            Meresensi sebuah buku adalah dimana kita bisa mengetahui isi buku secara keseluruhan, identitas buku, kelebihan buku, kelemahan buku, kesimpulan, serta memberikan kritik dan saran kepada penulis maupun pembaca. Seperti halnya buku Semuda (Selalu Muda) karya Fritz Nuriz ini, saya sebagai peresensi ingin agar pembaca dapat menyukai isi dari buku ini, meskipun buku ini dapat dikatakan seperti sebuah kumpulan cerpen, akan tetapi buku ini sangat baik untuk dapat memberikan pengetahuan tentang sisi – sisi kehidupann, dan menurut pendapat saya, banyak hal dalam buku ini yang bisa membuat pembaca dapat berfikir positif dan tidak mudah menyerah dalam menjalani kehidupan.
            Dan ini adalah hasil resensi buku saya yang pertama, semoga dengan bimbingannya saya bisa terus menjadi peresensi untuk buku – buku yang



Identitas Buku :
Judul                           : Semuda (Selalu Muda)
Pengarang                   : Firtz Nuriz
Penerbit                       : Indept Publishing
Tahun penerbit            : 2012
Kota penerbit              : Bandar Lampung
Jumlah halaman           : 129 + X halaman
Lebar halaman             : 13,5 cm X 20,5 cm
ISBN                           : 978 – 602 – 18479 – 4 – 7
Harga                          : -


Inti Buku Secara Keseluruhan :
            Dalam cerpen Semuda atau Selalu Muda, Muda dalam cerita ini ternyata seorang malaikat yang menikah dengan manusia, kemudian istrinya inilah yang melahirkan kembali dirinya, tetapi bukan sebagai malaikat, melainkan manusia biasa. Dalam buku ini Muda memainkan banyak peran, Muda yang menjadi malaikat, Muda yang menjadi seorang pelajar dan pemain sepak bola yang handal, Muda yang menjadi seorang waria dan pengamen di pinggir jalan, Muda yang tinggal diluar negeri menjadi anak angkat dari seorang ilmuan dan juga menjadi seorang pembunuh bayaran, dan kemudian Muda yang menjadi pengusaha sukses dan kaya, Muda pun berakhir dengan kematian, pada usianya yang hampir 60 tahun, dan meninggalkan seorang anak perempuan bernama Gadis.
            Dan disisi lain ada cerita tentang Ibu Muda yang menjadi wanita tuna susila kemudian mempunyai anak bernama Yatim, yang berarti dia adalah adik Muda. Yatim adalah seorang pengusaha yang sukses, tetapi dia mempunyai anak semata wayang yang mempunyai hobi mabuk – mabukan dan berfoya – foya, sehingga dia jatuh bangkrut, kemudian dia meninggal dalam kecelakaan mobilnya, dia menabrak pagar sebuah masjid, dan ternyata masjid itu adalah masjid yang dibangun oleh ayahnya sendiri.
            Ada pula cerita tentang Jack, dalam cerita Jack dan Muda, awalnya Jack memiliki orang tua yang sangat disayangi dan juga menyayangi dirinya, kemudian dia berkenalan dengan seorang gadis bernama Amy, Jack mendapatkan adik angkat seorang yang berkulit coklat, yang berasal dari Indonesia dan dia adalah Muda, namun cerita sedih pun menerpa dalam kehidupan Jack dan Muda, karena kedua orang tua mereka kemudian meninggal dunia dibunuh oleh para perampok, entah kenapa para perampok itu bisa datang kerumah mereka, disaat Jack sedang berada diluar rumah dan kemudian membunuh kedua orang tua mereka, dan pada akhirnya Jack ternyata adalah seekor kucing yang kemudian dipelihara oleh tetangganya bernama Amy, karena ternyata Amy adalah seorang manusia, tetapi disana tidak dijelaskan keadaan Muda setelah kedua orang tua mereka meninggal dunia, dan belakangan orang tua Muda dan Jack masih hidup, mereka tinggal bersama Muda, yang ternyata orang tua angkat Muda adalah seorang ilmuan

Kelebihan Buku :
Buku ini mengajarkan bagaimana kehidupan ini serba tidak terduga dan mengejutkan, akan tetapi akhirnya menjadi baik. Dialog yang digunakan memiliki bahasa yang sangat ngepop khas anak muda, dan juga dibuat dalam bahasa Jerman dan Inggris, seperti ingin mengajak supaya kita bisa berwawasan luas. Meskipun buku ini seperti hanya kumpulan – kumpulan cerpen, tetapi bisa disusun dengan baik, sehingga bisa menjadi sebuah buku dan buku ini sarat akan pendidikan dan pengetahuan.

Kelemahan Buku :
Buku ini dari fisiknya kurang menarik pembaca dari segi warna. Meskipun nama dan tokohnya sama yaitu Muda, cerita dari bab ke bab berbeda dan tidak berhubungan, setiap ceritanya berdiri sendiri, sehigga sulit dipahami tentang alur bacaannya, mungkin bagi orang dewasa yang mempunyai wawasan luas, buku ini bagus, akan tetapi untuk pelajar isinya tampak membingungkan dan sulit untuk diikuti alur bacaannya. Cerita tokoh Muda ditampilkan hanya sebagai sisinya saja, kehidupan tokoh pun tidak detail dengan alur cerita yang tidak kompleks.

  
                                                              Penutup

Kesimpulan :
Muda dalam cerita ini adalah malaikat yang menikah dengan manusia, dan kemudian istrinya lah yang kembali melahirkannya. Disisi lain ada cerita tentang Ibu Muda yang menjadi wanita Tuna Susila kemudian mempunyai anak bernama Yatim, yang berarti adalah adik Muda. Dan ada pula cerita tentang Jack dan Muda, awalnya Jack dan memiliki orang tua yang sangat menyayanginya, lalu Jack mendapat adik dari Indonesia yaitu Muda, namun cerita sedih menerpa mereka, orang tua mereka dibunuh oleh perampok, tetapi belakangan ini orang tua Muda dan Jack dikabarkan masih hidup, mereka tinggal bersama Muda, dan ternyata orang tua angkat Muda adalah Ilmuan.

Kritik dan saran :
Cerita tokoh Muda, bagian dari cerita tersebut sama sekali tidak berhubungan, seperti berdiri sendiri – sendiri, sehingga alur ceritanya sulit dipahami, dari awal sampai akhir cerita tidak memiliki alur, yang tampak terbaca hanya kumpulan – kumpulan cerpen semata.
Bagi pembaca harus membaca dari awal sampai akhir dari buku ini, agar bisa memahami isi dan makna dari buku Semuda ini, karena sebenarnya buku ini bisa menjadi contoh agar kita selalu berfikir positif dan kuat dalam menjalani kehidupan.